Berita Terkini

Suara Demokrasi Menciptakan Generasi Muda Peduli

Pabelan (23/09) SMPN 1 Pabelan bekerjasama dengan KPU Kabupaten Semarang menggelar pendidikan pemilih yang bertema "Suara Demokrasi Menciptakan Generasi Muda Peduli" yang dilaksanakan di Aula SMP N 1 Pabelan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam sambutannya Nurzaka Sri Wandansari selaku Kepala Sekolah berharap dengan adanya kegiatan tersebut siswa mampu mengimplementasikan demokrasi di kalangan pelajar terutama di SMPN 1 Pabelan. "Dengan adanya kegiatan ini, siswa mampu memahami apa itu demokrasi dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik ditingkat keluarga, masyarakat sekitar, sekolah, sampai pada tingkatan diatasnya seperti kecamatan, kabupaten, maupun tingkat Nasional", imbuh Nurzaka. Nurzaka juga berharap bahwa siswa SMPN 1 Pabelan mampu mengambil sikap yang benar jika suatu ketika terjadi penyimpangan dari implementasi demokrasi. Ahmad Ilman Nafia Anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan menyampaikan materi tentang demokrasi dan kepemiluan. Ilman menyampaikan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan cara yang beretika dan beradab. Ditambahkan juga bahwa pemuda menjadi pelopor perubahan. Selain itu juga Ilman menyampaikan informasi terkait Pemilu Serentak 2024. Kegiatan diikuti oleh kurang lebih dua ratus siswa kelas VIII dan pengurus OSIS SMPN 1 Pabelan.

Antusiasme Pengurus MPK SMAN 2 Ungaran Dalam Kunjungan Gedong Pintar Pemilu KPU Kabupaten Semarang.

Ungaran (21/09), bertempat di KPU Kabupaten Semarang, siswa SMAN 2 Ungaran berjumlah 35 siswa yang merupakan pengurus MPK (Majelis Perwakilan Kelas) dan 4 guru pendamping melaksanakan kunjungan ke Gedong Pintar Pemilu. Kegiatan ini bagian dari rangkaian kegiatan Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) yang akan diselenggarakan SMAN 2 Ungaran pada tanggal 26 September 2022 yang akan datang. Di Gedong Pintar Pemilu siswa sangat antusias belajar tentang Pemilu, siswa intens bertanya tentang penyelenggaraan Pemilu dan berinteraksi dalam memadankan kegiatan pelaksanaan Pemilu dengan Pemilos. Kegiatan tersebut dipandu oleh Ani Arifiani Umar selaku Kasubag Hukum dan SDM. Selanjutnya siswa menuju Aula Kantor KPU Kabupaten Semarang lantai 3 menerima materi tentang demokrasi dan Pemilos dari Siti Solichah Anggota KPU Divisi Sosialiasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia. Tidak lupa Solichah menyampaikan tentang Pemilu 2024. Setelah menerima materi siswa melaksanakan simulasi pemungutan suara. Eny Sofiana selaku Pembina OSIS menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU Kabupaten Semarang yang telah bekerja sama dengan SMAN 2 Ungaran dan telah memfasilitasi perlengkapan TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk kegiatan Pemilos di SMAN 2 Ungaran.  Beliau berharap kerja sama yang telah terjalin akan terus berlanjut.

Penerapan Berdemokrasi di SMAN 1 Bringin Melalui Pemilos

Penerapan Berdemokrasi di SMAN 1 Bringin Melalui Pemilos Bringin (19/09) SMAN 1 Bringin Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang menyelenggarakan Pemilos (Pemilihan Ketua OSIS) yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) SMAN 1 Bringin. Kegiatan diikuti oleh 829 siswa dan 64 guru dan karyawan. Hal yang berbeda dari pelaksanaan Pemilos dengan sekolah lain adalah Calon Ketua OSIS, bukan Pasangan Calon. Karena untuk hasil suara terbanyak akan terpilih menjadi Ketua OSIS dan suara terbanyak kedua menjadi Wakil Ketua OSIS. Kepala SMAN 1 Bringin Tri Yuniarti Retno Kristyaningsih, menyampaikan bahwa selain pembelajaran terkait teori demokrasi tujuan dari pemilos dan dengan mempergunakan perlengkapan TPS seperti pada TPS sebenarnya yang difasilitasi oleh KPU Kabupaten Semarang, diharapkan memberikan pembelajaran kepada siswa dan mengenalkan perlengkapan yang dipakai pada saat Pemilu/ Pemilihan. Sekolah juga akan menindaklanjuti untuk MoU dengan KPU terkait penerapan program merdeka belajar. Siti Solichah selaku Anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) menyambut baik dan berterimakasih atas kepercayaan dari pihak sekolah untuk bekerjasama dengan KPU. Selain itu juga Solichah menyampaikan kepada perwakilan siswa materi tentang demokrasi, bagaimana cara menjadi pemilih cerdas, harapan nanti ketika sudah mencapai usia 17 tahun untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024.

KPU Kab. Semarang Sosialisasikan Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024, kepada Kapolsek dan Kanit Intelkam Polsek Se-Kab. Semarang

Bawen (15/09), KPU Kabupaten Semarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024 kepada jajaran Polsek Se-Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut diselenggarakan di di Balai Agung Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi mengucapkan apresiasi atas kehadiran seluruh Kapolsek dan Kanit Intelkam Polsek se-kabupaten Semarang. Selain itu, dirinya juga menambahkan peran penting jajaran Polres serta Polsek se-Kabupaten Semarag dalam menjaga menyukseskan penyelenggaraan Pemilu. Sehingga pelaksanaan sosialisasi tahapan kepada Kapolsek  dan Kanit Intelkam Polsek ini dianggap penting untuk menjaga kondusifitas dan keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat. Kegiatan yang dipandu oleh Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi sekaligus Plt. Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU Kabupaten Semarang, Achmad Mauludini sebagai moderator tersebut menghadirkan 3 narasumber sekaligus.  Ketiganya adalah Ketua KPU Kabupaten Semarang, Maskup Asyadi, Kabagops Polres Semarang, Kompol Agung Yudiawan, SH., S.IK dan Kasat Intelkam Polres Semarang, AKP Himawan Sutanto, SH. MH. Adapun Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika H. A, S.H. S.IK., M.H yang hadir meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan tersebut berharap agar KPU Kabupaten Semarang menyampaikan hal-hal yang dapat menimbulkan potensi kerawanan terhadap keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan Pemilu. Hal ini agar dapat dipahami oleh Kapolsek dan jajarannya agar dapat mendeteksi potensi kerawanan sedini mungkin. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini sendiri merupakan pelaksanaan kegiatan pertama dalam rangkaian kegiatan sosialisasi kepada stakeholder yang diagendakan oleh KPU Kabupaten Semarang. Hal ini sekaligus merupakan langkah awal KPU Kabupaten Semarang dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mensukseskan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024.

Suara Demokrasi, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMP Islam Plus At Thohari Tuntang

Tuntang (13/9), KPU Kabupaten Semarang melaksanakan kegiatan pendidikan prapemilih kepada murid SMP Islam Plus At Thohari Tuntang, Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses projek pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Belajar.  Kepala Sekolah SMP Plus At Thohari Tuntang, Kuni Azka Maroya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dimana tema pembelajaran yang dipilih adalah Suara Demokrasi. Ditambahkannya pula bahwa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dipilih adalah dalam rangka untuk mencapai karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang antara lain beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkhebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis dan kreatif. Selain itu, kegiatan tersebut juga mengintegrasikan pembelajaran dalam mata pelajaran Agama Islam, PPKN, Bahasa Indonesia dan Matematika sekaligus. Pengawas Sekolah Kab. Semarang Wilayah Tuntang, Djunaedi mengapresiasi pelaksanaan projek yang merupakan projek pertama dari 3 projek yang dipilih oleh sekolah dalam kaitan dengan pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar ini karena telah menghadirkan Komisioner KPU Kabupaten Semarang secara langsung. Selanjutnya Anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan Hubungan Masyarakat, Siti Solichah menyampaikan materi pendidikan pemilih melalui kelas pemilu bagi Prapemilih. Dalam paparannya disampaikan antara lain mengenai demokrasi, ketentuan sebagai pemilih, dan bagaimana memilih secara rasional. Adapun rangkaian kegiatan Projek Suara Demokrasi tersebut setelah dilaksanakan kelas pemilu antara lain adalah tahapan pencalonan ketua OSIS, Orasi dan tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada 1 Oktober 2022 mendatang.

Kelas Pemilu Ajang Pembelajaran Demokrasi

Tengaran (09/09) Bertempat di aula SMA N 1 Tengaran diselenggarakan pembelajaran demokrasi yang merupakan rangkaian kegiatan Pemilos (Pemilihan Ketua Osis) SMA N 1 Tengaran masa jabatan 2022-2023. Kegiatan diikuti oleh perwakilan tiap kelas, pengurus MPK (Majelis Perwakilan Kelas), dan pengurus Osis yang akan demisioner. Sebelum pembelajaran tentang demokrasi diawali dengan kegiatan debat pasangan calon ketua Osis yang berlangsung di halaman SMA N 1 Tengaran dan diikuti seluruh siswa kelas X, XI, XII. Ada tiga pasangan calon dengan pasangan calon 1 Wulan Pirubika dan Muhammad Huda, pasangan calon 2 Vina Kusuma Wardana dan Bagas Soelanang, serta pasangan calon 3 Intan Nur Aini dan Mega Fitriyana. Pasangan calon diwarnai oleh calon perempuan, yang mencerminkan emansipasi wanita. Tiga pasangan calon tersebut adalah hasil seleksi dari 5 pasangan calon yang mendaftar sebagai bakal calon ketua dan wakil ketua OSIS. Dalam sambutannya Muhammad Rohib Hirzi selaku Pembantu kesiswaan bidang ketertiban, Pembina OSIS dan merupakan Ketua Asosiasi Guru PPKn Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang terjalin kepada KPU Kabupaten Semarang. Selama pandemi memang dilakukan secara online. Harapannya dilakukan secara langsung dalam rangka memberikan pembelajaran kepada siswa tentang demokrasi yang berlangsung di Indonesia sehingga siswa mempunyai gambaran nanti ketika sudah memiliki hak suara dengan pendampingan dari KPU Kabupaten Semarang. Divisi Sosdiklih (Sosialisasi, Pendidikan Pemilih), Parmas (Partisipasi Masyarakat), dan SDM (Sumber Daya Manusia) Siti Solichah menyampaikan materi terkait demokrasi dan pelaksanaan pemilos. Solichah juga mengajak peserta melakukan simulasi pemungutan suara di TPS dengan harapan ketika pemilos bisa diselenggarakan dengan baik dan seperti kondisi TPS sebenarnya. Tidak lupa Solichah juga mengajak siswa yang telah berusia 17 tahun nanti di 2024 untuk menggunakan hak suaranya. Para peserta antusias dalam mengikuti kegiatan.