Sosialisasi

28

Sejumlah murid SMA Negeri 1 Bergas yang terlibat sebagai penyelenggara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS atau Pemilos melakukan kunjungan edukatif ke Gedong Pintar Pemilu KPU Kabupaten Sem

Sejumlah murid SMA Negeri 1 Bergas yang terlibat sebagai penyelenggara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS atau Pemilos melakukan kunjungan edukatif ke Gedong Pintar Pemilu KPU Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman murid mengenai proses demokrasi, kepemiluan, serta tata kelola penyelenggaraan pemilihan yang baik dan bertanggung jawab yang dilaksanakan pada Jum’at, (28/08/2026). Dalam kunjungan tersebut, para murid mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan mengenai tahapan pemilu, prinsip-prinsip demokrasi, peran penyelenggara pemilu, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin melalui proses pemilihan yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Para murid juga berkesempatan mengenal lebih dekat berbagai fasilitas dan materi edukasi kepemiluan yang tersedia di Gedong Pintar Pemilu KPU Kabupaten Semarang, dan juga berkesempatan melakukan simulasi pemungutan suara di TPS. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya penyampaian materi dan diskusi yang disampaikan oleh Anggota KPU Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Akhmad Ilman Nafia, sehingga murid dapat mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dengan pelaksanaan Pemilos di lingkungan sekolah. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi para murid sebagai penyelenggara Pemilos. Selain memahami teknis pelaksanaan pemilihan, mereka juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam menyelenggarakan Pemilos di SMA Negeri 1 Bergas.    


Selengkapnya
37

KPU Kabupaten Semarang melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMA IP At Tohari

KPU Kabupaten Semarang melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMA IP At Tohari pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang diikuti kurang lebih 80 siswa dan siswi ini menjadi ruang bagi para pemilih pemula untuk mengenal lebih dekat pentingnya menggunakan hak pilih, memahami proses pemungutan suara, serta membangun kesadaran menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Yuk, siapkan diri menjadi pemilih pemula yang cerdas dan berpartisipasi dalam demokrasi!


Selengkapnya
23

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih pemula dan pembinaan teknis pelaksanaan Pemilos di SMA Negeri 1 Bergas

 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih pemula dan pembinaan teknis pelaksanaan Pemilos di SMA Negeri 1 Bergas. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi serta membekali siswa dengan pengetahuan sebagai pemilih pemula sekaligus sebagai penyelenggara pemilos pada senin, (24/08/2026). Materi sosialisasi disampaikan oleh Anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Semarang, Akhmad Ilman Nafia. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip demokrasi, pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menjadi pemilih yang cerdas, dan penyelenggara pemilos yang jujur dan adil. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sejak dini, khususnya melalui praktik pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) di lingkungan sekolah. Selain itu kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk pendampingan teknis oleh KPU dalam penyelenggaraan Pemilos awards 2026 yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Semarang.  


Selengkapnya
16

KPU Kabupaten Semarang melalui Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Akhmad Ilman Nafia, melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkala di Desa Kesongo, Ke

KPU Kabupaten Semarang melalui Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Akhmad Ilman Nafia, melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkala di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, dengan menyasar kelompok non voter atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih pada pemilu sebelumnya. Kegiatan dilakukan melalui wawancara mendalam dan dialog langsung dengan warga untuk menggali penyebab mereka tidak hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pendekatan ini merupakan bagian dari pendidikan pemilih berbasis riset yang dikembangkan KPU Kabupaten Semarang agar program sosialisasi yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dari hasil wawancara, KPU Kabupaten Semarang menemukan fakta bahwa selain kendala administratif, pekerjaan, ideologis dan kesehatan, terdapat faktor psikologis yang turut memengaruhi keputusan warga untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Terdapat masyarakat yang mengaku merasa malu dan takut datang ke TPS karena tidak bisa membaca dan menulis, sehingga khawatir mengalami kesulitan saat proses pemberian suara atau menjadi perhatian orang lain. Akhmad Ilman Nafia menjelaskan bahwa temuan tersebut menjadi masukan penting dalam penyusunan strategi pendidikan pemilih ke depan. "Partisipasi pemilih tidak cukup ditingkatkan hanya dengan memberikan informasi mengenai tahapan pemilu. Kita juga harus memahami hambatan psikologis yang dialami masyarakat. Temuan bahwa masih ada warga yang enggan datang ke TPS karena malu dan takut akibat tidak bisa membaca dan menulis menjadi perhatian serius. Artinya, pendidikan pemilih harus lebih inklusif, membangun rasa percaya diri, sekaligus memberikan pemahaman bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih tanpa perlu merasa takut atau minder," ujar Akhmad Ilman Nafia. Melalui pendekatan berbasis riset ini, KPU Kabupaten Semarang berharap program pendidikan pemilih dapat menjangkau kelompok-kelompok yang selama ini belum tersentuh secara optimal, sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mewujudkan pemilu yang lebih inklusif dan demokratis.


Selengkapnya
75

KPU KABUPATEN SEMARANG JADIKAN DESA KESONGO SEBAGAI DESA BINAAN PROGRAM PENDIDIKAN PEMILIH BERKALA

Tuntang – KPU Kabupaten Semarang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui Program Pendidikan Pemilih Berkala. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menetapkan Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, sebagai Desa Binaan Program Pendidikan Pemilih Berkala pada selasa (28/07/2026). Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan piagam kepada Pemerintah Desa Kesongo sebagai bentuk sinergi antara KPU Kabupaten Semarang dan pemerintah desa dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif, cerdas, dan berkelanjutan. Anggota KPU Kabupaten Semarang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Akhmad Ilman Nafia, menjelaskan bahwa Desa Kesongo dipilih sebagai desa binaan karena akan menjadi laboratorium pendidikan pemilih yang mengedepankan pendekatan berbasis riset. "Program Pendidikan Pemilih Berkala yang kami jalankan tidak disusun berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan hasil riset. Kami menggali karakteristik masyarakat, khususnya kelompok non-voter, untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mereka tidak menggunakan hak pilih. Selain itu, kami juga menghimpun berbagai masukan dari masyarakat sehingga program yang disusun benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga," ujar Ilman. Menurutnya, pendekatan berbasis riset tersebut menjadi pembeda dalam pelaksanaan pendidikan pemilih di Kabupaten Semarang. Data dan temuan di lapangan akan menjadi dasar penyusunan materi, metode, serta sasaran kegiatan sehingga setiap program memiliki dampak yang lebih nyata dalam meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat. Melalui Desa Binaan Program Pendidikan Pemilih Berkala, KPU Kabupaten Semarang akan melaksanakan berbagai kegiatan edukatif, seperti wawancara dan diskusi dengan masyarakat, sosialisasi kepemiluan, penguatan literasi demokrasi, serta kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan berbagai komunitas lainnya. Pemerintah Desa Kesongo menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan pemilih yang akan dilaksanakan secara berkala. Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai saat hari pemungutan suara, tetapi juga melalui proses pembelajaran yang berlangsung secara terus-menerus. Dengan ditetapkannya Desa Kesongo sebagai desa binaan, KPU Kabupaten Semarang berharap model pendidikan pemilih berbasis riset ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Semarang, sehingga mampu meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat sekaligus mewujudkan pemilih yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.


Selengkapnya
670

KPU KABUPATEN SEMARANG HADIRKAN LIVE TIKTOK DAN INSTAGRAM SAPA PEMILIH

Ungaran - Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat transparansi informasi kepemiluan, KPU Kabupaten Semarang menghadirkan program siaran langsung melalui TikTok dan Instagram dengan tema “Sapa Pemilih”. Kegiatan live media sosial ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis pukul 10.00–11.00 WIB sebagai salah satu inovasi komunikasi publik KPU Kabupaten Semarang dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat secara lebih interaktif, terbuka, dan mudah diakses. Melalui program “Sapa Pemilih”, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi terkait tahapan pemilu, pendidikan pemilih, pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga berbagai kegiatan kelembagaan KPU Kabupaten Semarang. Selain itu, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung melalui sesi tanya jawab yang berlangsung selama siaran. Pemanfaatan platform TikTok dan Instagram dipilih sebagai langkah strategis untuk menjangkau generasi muda, pemilih pemula, serta masyarakat luas yang aktif menggunakan media sosial. Dengan konsep yang santai namun informatif, program ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi. KPU Kabupaten Semarang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan informasi publik yang inovatif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Kehadiran program “Sapa Pemilih” menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Semarang berharap masyarakat dapat semakin aktif mengikuti informasi kepemiluan serta turut berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.


Selengkapnya
🔊 Putar Suara